Sistem Ekonomi Indonesia

“Ditinjau berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik. Sama halnya, tak pula cukup argumentasi untuk mengatakan bahwa kita menganut sistem ekonomi sosialis….,Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi Indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme”  ( Dumairy, 1996 )

Untuk memahami sistem ekonomi apa yang diterapkan di Indonesia, perlu dipahami terlebih dahulu ideologi apa yang di anut oleh Indonesia. Dalam kata lain, kehidupan perekonomian Indonesia tidak terlepas dari prinsip-prinsip dasar dari pembentukan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945. Isi Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa, salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Hal ini tidak terlepas dari pokok-pokok pikiran yang terkandung didalamnya, yakni negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Arti keadilan sosial mengandung dua makna penting. Pertama, prinsip pertumbuhan ekonomi dan pembagian pendapatan ( kemakmuran yang adil dan merata secara dinamis dan meningkat ). Kedua, prinsip demokrasi ekonomi dimana seluruh kekayaan alam Indonesia dan potensi bangsa lainnya diolah bersama-sama menurut kemampuan dan bidang masing-masing, untuk kemudian dimanfaatkan bagi kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa, saat ini Indonesia menggunakan sistem ekonomi Pancasila sesuai yang tertuang dalam sila kelima yaitu, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang sangat menentang sistem individualisme liberal ( kapitalisme ) dan sistem komando ( Sosialisme ).

I.                   Sistem Ekonomi pada Masa Penjajahan Belanda.

Sistem ekonomi yang pernah diterapkan selama penjajahan Belanda dibagi dalam tiga episode :

  • Tahun 1600-1800        : Sistem Merkantilisme ala VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) — Penekanannya pada peningkatan ekspor dan pembatasan impor
  • Tahun 1830-1870        : Sistem Monopoli negara ala sistem tanam paksa
  • Tahun 1870-1945        : Sistem Kapitalis Liberal

Sistem-sistem kolonial  ini disatu sisi meninggalkan kemelaratan bagi rakyat Indonesia, namun disisi lain melahirkan budaya cocok tanam, sistem uang dan budaya industri. Bahkan sebenarnya, pemerintah Hindia Belanda telah menjadikan Indonesia ( disebut Bumi Nusantara ) menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia. Pada masa itu Indonesia merupakan pengekspor terbesar sejumlah komoditas primer khususnya gula, kopi, tembakau, the, kina, karet dan minyak kelapa sawit.

II.                   Sistem Ekonomi pada Masa Orde Lama.

Soekarno sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia sangat membenci dasar-dasar pemikiran Barat, termasuk sistem ekonomi liberal/kapitalisme karena dianggap menyengsarakan rakyat Indonesia. Menurut Soekarno, Indonesia harus menerapkan pemikiran dari “Marhaenisme”, yaitu Marxisme. Namun dalam prakteknya, Soekarno menerapkan sistem ekonomi komando seperti yang diterapkan khususnya di negara-negara aliran komunis, seperti Uni Soviet ( sekarang Rusia ), negara-negara Eropa Timur dan China. Dengan sistem ini, semua rencana dan keputusan yang menyangkut pembangunan ekonomi, termasuk pemilihan industri yang akan dibangun, ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Selama periode orde lama tersebut ( 1945 – 1966 ), perekonomian Indonesia tidak berjalan mulus, bahkan sangat buruk yang juga disebabkan oleh ketidakstabilan politik didalam negeri yang dicerminkan antara lain oleh terjadinya beberapa pemberontakan disejumlah daerah. Puncak kehancuran ekonomi Indonesia terjadi pada tahun 1966 menjelang akhir periode lama, yaitu terjadinya Hiperinflasi yang mencapai 650%.

III.                   Sistem ekonomi pada Masa Orde Baru Hingga Sekarang

Pada masa orde baru yang lahir tahun 1966, sistem ekonomi berubah total. Berbeda dengan pemerintahan orde lama, dalam era ini paradigm pembangunan ekonomi mengarah pada penerapan sistem ekonomi pasar bebas (demokrasi ekonomi) dan politik ekonomi diarahkan pada upaya-upaya dan cara-cara menggerakkan kembali roda ekonomi. Pemerintah orde baru menjalin kembali hubungan baik dengan pihak barat dan menjauhi pengaruh ideologi komunis. Indonesia juga kembali menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga dunia lainnya seperti, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada awal era Soeharto ini, pemerintah mengambil langkah-langkah yang bersifat strategis, diantaranya adalah UU Penanaman Modal Asing tahun 1967 dan UU Penanaman Modal Dalam Negeri pada tahun 1968. Disamping itu juga pemerintah mengembalikan perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasikan pada masa orde lama kepada pemiliknya. Hasil dari usaha-usaha pemerintah orde baru untuk menghidupkankan roda perekonomian dengan sistem ekonomi pasar dan didukung kebijakan-kebijakan ekonomi disegala sektor sangat mengagumkan, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini telah mampu meningkatkan posisi Indonesia dari salah satu negara termiskin didunia menjadi negara berpendapatan menengah.

Sistem ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis atau sistem ekonomi pasar semakin luas diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1998 hingga sekarang pada masa pemerintahan SBY. Dorongan utama yang membuat hal ini terjadi salah satunya adalah dari IMF sebagai konsekuensi dari bantuan keuangan yang diterima oleh pemerintah Indonesia untuk biaya pemulihan akibat krisis ekonomi 1997/1998, yang disebut sebagai “penyesuaian struktural” yang terdiri atas sejumlah langkah yang menjurus ke liberalisasi perekonomian negara peminjam, sehingga menimbulkan dampak negatif jangka pendek terhadap ekonomi dan gejolak sosial khususnya dalam perekonomian Indonesia.

Referensi :

Tambunan, Tulus T.H. 1996. Perekonomian Indonesia, Jakarta: Ghalia Indonesia.

About deka1918

Nasional15Me

Posted on June 7, 2013, in Perekonomian Indonesia and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: